Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SETELAH BIODISEL SUKSES KINI BIOETANOL

 


Setelah sukses dengan biodiesel B50, yang baru – baru ini di resmikan oleh pemerintah, kini pemerintah Indonesia kini berfokus pada pengembangan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan. Hal ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan enegi dan menciptakan Ketahanan Energi. Sebagaimana kita tau, kondisi ekonomi global dan energy yang sangat bergantung pada Negara – Negara penghasil minyak. Itupun dalam pengangutannya selaku terkendala di selat Hormuz Iran yang sedang mengalami Perang dengan Amerika, Dimana, selat tersebut selalu buka dan tutup sehingga mengganggu distribusi pasokan BBM. Sehingga Pengembangan bioetanol ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor BBM nasional dan menciptakan bauran energi baru yang lebih ramah lingkungan

Selain mengurangi ketergantungan Impor dengan adanya Pengembangan bahan bakar nabati yang terbarukan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian rakyat kecil terutama para petani yang menanam tanaman sebagai bahan baku pembuatan bioethanol. Pengembangan bioethanol ini juga harus ditopang dari bahan baku local, agar dapat mingkatkan ekonomi para petani. Adapun potensi tanaman yang dapat dikembangkan adalah tebu, jagung, tongkol jagung, singkong, molase, hingga potensi sorgum, sagu, dan aren. Sehingga para petani mempunyai banyak pilihan mana tanaman yang sangat menguntungkan. Sebenarnya bioenol ini bukan merupakan barang baru, ada beberapa negara tropis yang telah menerapkan bioethanol ini yakni Brazil. Untuk Negara Brazil mereka lebih memanfaatkan dari tanaman Tebu.

Pada saat ini Biotanol telah ada dipasarkan oleh pertamina yakni Pertamina Patra Niaga. Saat ini pertamina memasarkan bahan bakar dengan campuran bioetanol melalui Pertamax Green 95. Produk dengan kandungan bioetanol 5 persen. Produk ini tersebut telah dipasarkan sejak tahun 2023 dan kini telah tersedia di 190 SPBU.

Dari sisi penjualan Pertamina mencatat penjualan Pertamax Green 95 terus mengalami pertumbuhan. Pada periode Januari 2025 hingga Agustus 2026, penjualan produk tersebut meningkat 267 persen, sedangkan rata-rata penjualan harian tumbuh 446 persen. (Sumber republika)

Penggunaan BBN bioetanol sebagai campuran BBM dapat menurunkan impor BBM jenis bensin, sehingga kemandirian energy Indonesia dapat tercapai. Selain itu penggunaan Bioetanol atau BBN dapat mengurangi emisi polutan kendaraan, pengurangan emisi gas rumah kaca dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan produksi bioetanol.

Untuk mendukung program substitusi BBM ke BBN ini pemerintah melalui kementerian ESDM telah bekerja sama dengan tim riset ITB. Kerjasama ini juga didukung oleh US Grains Council (USGC). Mereka telah menyusun Peta Jalan Strategis untuk Percepatan Implementasi Bioetanol di Indonesia. Selain kerja sama dengan para akademisi, pemerintah melalui kementerian ESDM mendorong penambahan kapasitas produksi bioetanol di dalam negeri. Pemerintah menargetkan tambahan 15 pabrik pada 2027 dengan kapasitas sekitar 373 ribu kiloliter, kemudian tambahan 20 pabrik pada 2028 apabila mandatori diterapkan secara nasional. Semoga rencana ini semua dapat terealisasi.

Posting Komentar untuk "SETELAH BIODISEL SUKSES KINI BIOETANOL "