Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

HUJAN DAN DUKA CITA

 BERTEDUH


Setiap kali hujan turun,
kita selalu mencari tempat berteduh termasuk anak-anak disibukkan mencari tempat untuk berteduh. Bahkan pernah saya mendengar celetukan seorang ibu yang mengatakan, ‘heran deh sama anak-anak sekarang, sama ibunya berani giliran sama air hujan pada takut.’ Sebenarnya takut sama air hujan bukan hanya terjadi sama anak-anak sekarang namun juga sudah terjadi sejak dulu. Karena kita sering mendengar di masyarakat orang mengatakan “Jangan hujan-hujanan. Nanti sakit!”. Kalimat ini sering kali dilontarkan oleh orang tua untuk melarang anak main hujan. Tidak heran, karena selama musim hujan, memang biasanya lebih banyak anak yang sakit pilek atau flu. Karena alasan inilah, hujan dianggap bisa menyebabkan anak pilek.

Air hujan selalu saja ditakuti bukan hanya sama anak-anak namun juga orang dewasa sebab air hujan bisa menyebabkan orang menjadi sakit batuk dan pilek.
Sebenarnya bila kita cermati bukan hujannya yang membuat orang takut akan tetapi, petir yang datang bersama hujan itu. Air hujan ini juga diidentikkan dengan duka cita. Cuaca buruk atau Hujan dapat membuat mood seseorang menjadi negatif, seperti yang ditemukan pada salah satu penelitian dalam jurnal Science. Menurut penelitian tersebut, sekitar sembilan persen orang tergolong dalam kelompok orang-orang yang membenci hujan. Kelompok ini merasa lebih mudah marah dan kurang bahagia saat curah hujan sedang tinggi-tingginya. Penelitian pendukung lainnya bahkan turut menemukan bahwa hujan membuat orang-orang lebih sering menuliskan sesuatu yang negatif di media sosial. Oleh karena itulah kita sering mencari tempat berteduh saat hujan.

Begitu juga disaat kita sedang mengalami Duka cita terkadang kita juga teramat takut mencari tempat berteduh. Duka  cita seringkali kita anggap sebagai suatu hukuman, azab, dosa dan juga kesalahan. Duka cita terlihat sangat menakutkan dan menyeramkan. Perasaan berduka pasti akan dialami oleh setiap orang akan tetapi yang datang dengan cara yang berbeda-beda. Kita tidak bisa mengeneralkan bagaimana seseorang berekspresi dengan kita ketika merasakan berduka. Tetapi sesuatu yang dapat dilakukan sebagai upaya melewati masa grief menjadi sesuatu yang penting untuk diketahui, terlebih untuk seorang muslim yang dalam Islam terdapat adab ketika berduka.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, Hidup ini merupakan perjalanan yang penuh dengan ujian. Setiap manusia pasti menghadapi berbagai cobaan, baik berupa kesulitan, kehilangan, penyakit, maupun kekecewaan dan semua yang datang baik itu kesenangan dunia dan kesengsaraan yang kita terima merupakan ujian kehidupan yang datangnya Allah. Ujian ini diberikan oleah Allah untuk menguji keimanan orang-orang muslim apakah menjadi hamba yang menerima segala sesuatu dengan bersyukur dan kesabaran atau sebaliknya

Bila kita melihat dengan hati yang jernih duka cita bukanlah sesuatu yang menyeramkan. Juga  bukan kesalahan ataupun azab dari Alloh SWT, melainkan cahaya yang mengantarkan kita kepada keindahaan. Jika hidup kita selalu dipenuhi dengan suka cita dan kebahagiaan, seringkali kita menjadi lupa diri. Dalam Islam, ujian bukanlah tanda ketidaksayangan Allah, melainkan bentuk kasih sayang-Nya untuk menguatkan iman dan meningkatkan derajat hamba-Nya. Oleh karena itu, sikap sabar sangat penting dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

Para Nabi saja tetap menghadapi ujian dari Allah Swt apalagi kita yang manusia biasa. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada kita agar kita tidak menghindari penderitaan, malah mengajarkan kepada kita agar menyelami semua yang berbentuk duka cita sebab ada keindahan dibalik duka cita. Duka cita tidak bisa kita Hindari akan tetapi bagaimana menyikapi dari duka cita tersebut. Keindahan yang muncul melekat pada diri kita dengan sifat cinta kasih pada sesama.

Sungguh indah hidup ini jika didalam hati kita penuh cinta kasih. Menerima suka cita dengan gembira, menerima duka cita juga dengan gembira. Semoga semua makhluk dimuka bumi berbahagia selalu
. Itulah makna berteduh saat kita sedang berduka, kita butuh berteduh disaat kita mengalami duka cita supaya kita tidak basah oleh kesedihan yang tidak berkesudahan. Disaat datang kesedihan kita berteduh dahulu untuk dapat melanjutkan kehidupan secara normal setelah semuanya reda. Sebagaimana sabda Nabi Muhamad SAW, ‘’Afsyus salaama bainakum tahaabbuu’ ‘Tebarkanlah salam diantara kalian niscaya kalian saling menyayangi. (HR. Hakim).





 

Posting Komentar untuk "HUJAN DAN DUKA CITA"