Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DAMPAK EFESIENSI BAGI ASN

GAYA HIDUP ASN


Pada awal tahun 2025 yang lalu Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Dalam instruksi tersebut, Presiden mengamanatkan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk melaksanakan efisiensi terhadap anggaran yang telah ditetapkan. Besaran efisiensi ini pun cukup signifikan, dengan beberapa pos anggaran yang harus dikurangi hingga 90%.

Dulu, efisiensi mungkin hanya terdengar seperti kata di dalam rapat.  Sekarang, ia punya bentuk yang lebih nyata.  Perubahan ini cukup nyata di kalangan para ASN yang dulunya lebih sering ngopi di kafe kini dengan adanya efesiensi kita beralih pada kafe yang lebih terjangkau atau bahkan Kopi sachetan. Jika dulu kita ngantor make Mobil kini berganti motor, Resto berganti bekal, Rapat hotel berganti Zoom. Kini Koper yang dulu selalu menemani saat kita pergi ke luar kota kini semakin jarang diajak jalan.  Kala Weekend? Yang dulunya kita sering healing atau jalan – jalan kini halaman rumah ternyata juga punya banyak pekerjaan. Bagi ASN yang memiliki pendapatan lain tentu keadaan ini tidak begitu pengaruh, akan tetapi bagaimana dengan ASN yang tidak memiliki pendapatan lain??? Tentu ini akan sangat mengganggu kehidupannya.

Kini kita belajar satu hal, anggaran bisa saja dipangkas, tetapi kebutuhan hidup tidak juga harus di pangkas dan mengikuti surat edaran. Kita juga paham, bahwa efisiensi itu sangat diperlukan dikondisi ekonomi global sekarang ini. Kita juga pernah belajar efesiensi dimasa presiden Jokowi saat terjadinya Wabah Covid –19 yang kita kenal dulu dengan Refocusing Anggaran. Tapi para ASN juga manusia, yang memiliki cicilan, keluarga, kebutuhan sehari-hari, dan kadang cuma ingin Makan tanpa menghitung saldo rekening.  Bila tambahan penghasilan dilakukan pemotong ini tentu sangat berpengaruh terhadap para ASN. Jadi, mungkin ini bukan sekadar cerita tentang “sebelum dan sesudah efisiensi.”  Ini cerita tentang bagaimana manusia belajar bertahan ketika keadaan berubah.  Saat terjadi Covid-19 kita belajar berubah dan menghemat kini saat efesiensi kita juga mengalami yang hamir – hamper samalah. Sedikit mengeluh boleh, Sedikit bercanda perlu, karena hidup akan terus berjalan. Tetap bekerja, tetap berkarya, dan tetap mencari jalan untuk mendapatkan tambahan penghasilan.  Karena pada akhirnya:  yang berubah boleh gaya hidupnya, jangan sampai hilang daya hidupnya.

Posting Komentar untuk "DAMPAK EFESIENSI BAGI ASN"