3 UJIAN YANG DI TAKUTI HATI
Dalam perjalanan hidup, kadang kita merasa sedang berada dalam jalan kebaikan. Kita belajar, berkumpul dengan orang saleh, bahkan sibuk dalam berbagai ibadah. Namun ada perkara-perkara halus amat halus yang justru bisa menjadi tanda bahwa kita sedang dijauhkan dari Allah tanpa kita sadari.
Hāmid al-Laffāf pernah mengingatkan sebuah kalimat yang sangat
dalam maknanya:
“Apabila Allah menghendaki kebinasaan seseorang, Dia mengujinya dengan tiga
hal.”
Bukan dengan musibah besar, bukan dengan kesulitan hidup yang tampak, tapi
dengan ujian-ujian yang membungkus diri dalam bentuk kebaikan. Ujian yang
paling ditakuti oleh hati yang ingin selamat.
1. Diberi Ilmu, Tapi jauh dari Amal
Ada orang yang lidahnya fasih menjelaskan ayat, tangannya pandai menulis
nasihat, dan telinganya mampu menangkap hikmah. Namun hatinya tidak tergerak
untuk mengamalkan apa yang telah ia tahu.
Ilmu itu seharusnya
menerangi jalan.Tapi jika Allah mencabut taufik untuk mengamalkan ilmu, cahaya
itu berubah menjadi bayangan gelap yang mengikutinya tanpa memberi manfaat.
Inilah
ketakutan terbesar para ulama terdahulu:“Ilmu yang tidak mampu mendorong kaki
untuk berjalan kepada Allah.”
Karena kemuliaan bukan pada banyaknya hafalan, tapi pada seberapa banyak kebenaran yang kita wujudkan dalam kehidupan.
2. Bersahabat dengan Orang Saleh, Tapi Tidak Mengenal Hak-Hak Mereka
Bersama orang-orang saleh adalah nikmat. Mereka menenangkan,
mengingatkan, dan menjadi cermin bagi kelemahan kita.Namun sungguh besar
musibah bagi seseorang yang duduk di tengah mereka, tetapi hatinya tetap keras.
Ia tidak belajar dari mereka, tidak menghormati mereka, bahkan tidak menyadari
betapa berharganya keberadaan mereka.
Betapa banyak orang yang dekat dengan sumber kebaikan, namun tidak mendapat
setetes pun dari keberkahannya. Sahabat yang saleh adalah hadiah. Kehilangan rasa hormat kepada
mereka adalah hukuman.
3. Pintu Ibadah dibuka, Tapi Tanpa Keikhlasan
Inilah perangkap paling menakutkan. Seseorang bisa rajin berpuasa, tekun bersedekah, atau aktif
dalam kegiatan-kegiatan agama. Dari luar tampak indah, namun di dalamnya
keropos.
Amal tanpa ikhlas adalah tubuh tanpa ruh.Ia bergerak, tapi tidak hidup.Ia
tampak besar, tapi tidak pernah naik ke langit. Ini bukanlah keadaan
yang sedikit orang tertimpa olehnya; bahkan para salaf menangis bertahun-tahun
memohon agar diberi hati yang ikhlas.
Renungan:
Apakah Kita Selamat dari Tiga Hal Ini?
Ujian-ujian ini tidak tampak menyakitkan. Tidak ada air mata,
tidak ada luka. Namun di balik ketenangan itu, ia perlahan mengikis hubungan
seseorang dengan Tuhannya. Maka siapa pun yang merasa
diberi ilmu, diberi sahabat saleh, atau diberi banyak peluang beribadah hendaknya
berhenti sejenak dan bertanya pada diri: “Apakah aku sudah aman dari kehinaan
yang tersembunyi dalam kebaikan ini?” Sebab keselamatan bukan hanya pada
banyaknya amal, tapi pada taufik yang Allah anugerahkan: kemampuan
untuk beramal dengan benar, ikhlas, dan rendah hati.
Aamiin.
.jpg)
Posting Komentar untuk "3 UJIAN YANG DI TAKUTI HATI"